Selamat Datang

Translate

Pengunjung

"Warung Pojok"

Pengikut

02 Agustus 2012

Jaja Lak-lak (Serabi Bali)

Serabi bukan hanya monopoli orang Jawa. Bali juga punya koleksi jajanan mirip serabi. Warnanya hijau muda agak pucat. Bisa dimakan dengan kelapa parut dan saus gula merah. Dinikmati hangat dengan secangkir kopi Bali, wouw.. sedap! Kalau sedang berlibur di pulau dewata, saat berjalan-jalan di pagi hari di perempatan jalan atau di pasar tradisional banyak sekali penjual jaja. Jaja atau jaje adalah sebutan untuk jajanan tradisional yang biasanya berupa kue-kueyang legit dan gurih.

Di beberapa tempat jaja lak-lak masih dibuat langsung. Persis seperti pembuatan serabi. Bahan utamanya tepung beras, air, air kapur sirih daun kayu sugih yang dijadikan pewarna hijau dan garam. Membuatnya mudah, tepung beras, air kapur sirih dan air daunkayu sugih dicampur jadi satu.

Adonan ini didiamkan minimal 1 jam baru kemudian dicetak. Cetakannya terbuat dari tanah liat, bundar dengan cekungan-cekungan bundar kecil, tidak sedalam cetakan serabi. Setelah cetakan panas barulah adonan dimasukkan ke dalam cekungan. Setelah pinggirnya kering dan keras barulah diangkat. Kuliner Tradisional ini bisa disajikan dengan kelapa parut dan sirop gula merah. Kadang-kadang disajikan dengan kuah santan yang diberi nangka atau serabi, mirip kuah serabi. Karena biasanya dimasak dengan kayu api maka aroma wangi gosongnya pun sangat enak. 

Rasa kue ini empuk gurih dan tidak berminyak seperti serabi, agak kesat. Karenanya diberi kelapa parut yang gurih dan sirop gula merah yang manis. Paling enak kue ini dimakan saat masih hangat karena masih empuk. Teman yang paling pas memang secangkir kopi tubruk Bali. Hmm..sedapnya! O,ya kalau mau membeli jaja ini di Bali harganya murah Rp. 1000,00 untuk 3-4 buah
food.detik.com 

Komentar :

ada 0 komentar ke “ Jaja Lak-lak (Serabi Bali) ”

Posting Komentar

Jalan Pintas

Mengenai Saya

Foto Saya
Terlahir dan belajar seni dipulau yang dikenal dengan seni dan pariwisata budaya,BALI

Serba Serbi Bali

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra Modifications by endro
fixedbanner